Keberkahan Finansial

Menuju Keberkahan Finansial
(Klik Judul di Atas utk lbh lengkapnya)

”….. penulis menjelaskan dengan lugas lima langkah untuk mencapai keberkahan finansial. Ini menarik untuk dicermati, karena untuk mencapai suatu keberkahan dalam bidang apa pun tentu tidak cukup dengan slogan kejujuran, melainkan harus ada langkah – langkah kongkret yang dilakukan”
KH.Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). Pimpinan Pesantren Daarut Tauhid & MQ Corporation

“Salah satu kehancuran ekonomi bangsa ini mungkin karena tidak adanya keberkahan, ditambah lagi dengan sistem ekonomi ribawi. Buku ini tidak hanya inspiratif tetapi juga praktis membahas langkah langkah untuk meraih keberkahan finansial agar kekayaan yang kita miliki dapat bermanfaat dunia akhirat”
KH. Ma’ruf Amin, Ketua Dewan Syariah Nasional – MUI

“Luar biasa! Buku ini memberikan cara pandang baru mengenai arti kekayaan….”
Safir Senduk, Perencana Keuangan, Host Money Talk Metro TV
Lanjut membaca

Franchise Syari’ah

Dalam tulisan kali ini saya ingin membahas secara ringkas tentang Franchise Syari’ah.

Seperti apa itu Franchise Syari’ah ?

Konsep Franchise yang berkembang sekarang ini sebenarnya cukup bagus, namun nuansa kapitalis masih sangat terasa. Selain itu, juga cenderung lebih menguntungkan Franchisor & cenderung lebih merugikan franchisee.

Secara umum, dalam konsep Franchise biasanya franchisor akan mengenakan kepada franchisee beberapa hal, yaitu: franchise fee & royalty fee.

Franchise fee biasanya dibebankan ke franchisee untuk jangka waktu tertentu (biasanya 5 tahun). Sedangkan royalty fee biasanya dihitung dari omzet penjualan.

Menurut saya, di sini ada ketidakadilan. Mengapa ? Karena penerapan franchise fee berarti franchisor sudah mengambil untung di depan, sedangkan usaha belum berjalan.

Penghitungan royalty fee dari omzet penjualan juga mencerminkan ketidakadilan, karena berarti si franchisor tidak menanggung risiko. Walaupun usaha tersebut rugi, sepanjang ada penjualan, franchisor tetap dapat royalty.
Lanjut membaca

Blue Ocean Strategy

Blue Ocean Strategy (Strategi Samudra Biru)

Menurut Prof. W. Chan Kim : “Ini adalah A Way of Thinking”

Profesor Kim, adalah salah seorang ahli manajemen strategi. Blue Ocean Strategy merupakan buku pertamanya yang langsung laris manis diserap pasar di pelbagai penjuru dunia. Dipersiapkan tidak secara khusus, melainkan lewat kumpulan tulisan yang dibuatnya bersama Renee Mauborgne selama 15 tahun, Blue Ocean Strategy menggambarkan pergeseran paradigma dalam aksi strategis.

Untuk mengilustrasikan pandangannya, Kim dan Mauborgne membagi dunia strategi bisnis dalam dua samudra: red ocean dan blue ocean. Dalam red ocean, perusahaan fokus pada pertarungan di lanskap kompetisi yang sudah ada. Perusahaan saling bertempur hingga berdarah-darah. “It’s bloody. Red”, kata Kim. Cara yang cerdas untuk menghadapi situasi ini, ia menjelaskan, adalah melompat ke blue ocean. Samudra biru adalah area baru yang diciptakan dengan kreativitas dan imajinasi. Di blue ocean inilah perusahaan menciptakan aturan main sendiri, menciptakan pasar sendiri dan membuat kompetisi berikut kompetitor yang baku hantam menjadi tidak lagi relevan.
Lanjut membaca

10 Tips Memulai Bisnis Waralaba

10 Tips Memulai Bisnis Waralaba

1. Penilaian sendiri
Jujurlah pada diri sendiri. Apakah Anda sudah mendapatkan atribut yang tepat untuk membangun bisnis yang sukses? Kisah sukses dalam semalam amat jarang, tetapi lebih banyak yang memerlukan kerja keras dalam membangun bisnis. Menjalankan bisnis sendiri bisa lebih menguntungkan, namun bisa pula meminta tanggung jawab penuh terhadap konsumen, pemasok, dan karyawan.

2. Lakukan Riset
Secara common sense anda memerlukan perjalanan panjang menuju sebuah keputusan apakah waralaba yang ditaksir akan sesuai untuk Anda. Pastikan bahwa Anda melihat peluang bisnis dan Anda memiliki kecakapan tentangnya sekaligus mampu menjangkaunya.
Lanjut membaca

Waralaba Umbi Stick

Umbi Stick

Umbi Stick adalah usaha dalam industri snack umbi ketela, umbi talas dan umbi kentang. Umbi tersebut diolah dengan bumbu kualitas terbaik, digoreng dengan minyak kelapa sawit, serta disajikan hangat dengan berbagai pilihan rasa.

Umbi Stick dikemas dalam paket bisnis yang memberikan nilai jual lebih. Serta ingin mempromosikan snack umbi ketela, umbi kentang dan umbi talas yang dikemas dengan cita rasa modern dengan bahan baku 100% hasil pertanian di Indonesia.

BEBERAPA tahun lalu umbi-umbian tak asing bagi anak-anak, baik di pedesaan maupun kota. Ada singkong, ketela pohon, talas, dan masih banyak lagi jenisnya. Namun kini makanan tradisional itu susah ditemui. Kalaupun ada, itu di pasar tradisional, di kampung-kampung. Berbagai jenis makanan itu kalah bersaing dengan makanan instan yang ditawarkan dengan murah, tanpa harus mengolah atau memasak. Sekali beli, buka bungkus, dan kita bisa menyantapnya. Soal rasa, yang penting gurih, asin, dan pedas.
Lanjut membaca