Action Yang Tepat

Bukan Mindset, Bukan Positive Thinking. Tapi Action yang Tepat

Sebuah pemikiran yang cukup ‘shocking’ ditawarkan oleh Pak Tung ketika saya dan teman-teman TDA bersilaturahim dengan beliau sebelum Milad TDA.

“Akhir tahun lalu, selama dua bulan saya jalan-jalan ke Amerika. Ngapain di sana? Saya cuma lolak-lolok saja di sana alias bengong. Makan, tidur, jalan-jalan, memperhatikan orang-orang…”, kata Pak Tung, seperti biasa dengan semangat dan intonasi suara yang tinggi. Matanya berbinar-binar selalu.

“Dalam proses bengong itu, saya berpikir tentang ilmu-ilmu sukses yang telah saya pelajari dan saya ajarkan selama ini”.

“Saya pikir dalam-dalam dan akhirnya saya berkesimpulan bahwa sukses itu tidak tergantung kepada mindset atau positif thinking yang selama ini diajarkan. Sukses itu ternyata hanya dapat diraih dengan action yang tepat”.

Saya terbiasa open mind. Sebagai murid, saya terima dulu pendapat guru saya ini. Saya proses dulu logikanya.

Dan memang benar. Masuk akal juga.

Di banyak buku yang saya baca jarang sekali diajarkan dan ditekankan tentang ini. Sebagian besar buku itu bercerita tentang mindset dan positive thinking.

Action yang tepat adalah kuncinya.

Biar pun sudah punya mindset yang tepat dan positive thinking yang melimpah ruah, tapi tanpa action yang tepat, apa jadinya? Nothing…

Saya teringat cerita Ustadz Lihan saat hadir di Milad III TDA kemarin. Awalnya actionnya adalah jadi guru madrasah, nyambi sebagai tukang ojek. Setelah itu ia diajak jadi makelar intan permata.

Suatu ketika majikannya kabur membawa lari uang kepercayaan para pembeli. Ia pun terimbas. Hilang pekerjaan.

Tidak lama, para pembeli menghubunginya untuk dimintai tolong mencarikan intan dengan imbal jasa berupa bagi hasil. Di situlah tipping pointnya. Dalam setahun, ia bisa mengumpulkan setengah miliar rupiah dari uang jasanya saja.

Saya kira selain karena kejujuran, rahasianya bukanlah di mindset atau positive thinking. Saya yakin kuncinya adalah karena action yang tepat. Coba bayangkan seandainya ia tidak bekerja di bisnis intan itu. Coba bayangkan seandainya ia menolak tawaran itu.

Kuncinya adalah action yang tepat.

Ini topik menarik. Saya akan angkat sebagai bahan diskusi di pertemuan mastermind nanti.

Salam FUUUNtastic!
Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim

About Sabila Komputama

Hanung Anggo Yudanto HP : 081226062343

Posted on 6 Maret 2009, in Info Hanung, Motivasi and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: