Menjadi Tangan Di Atas

Menjadi Tangan di Atas

Berawal dari blog yang berisi curhat tentang pasang dan surutnya usaha yang sedang digeluti, virus entrepreneur tiba-tiba menyebar. Saat ini, 4.000 lebih membernya berputar haluan menjadi usahawan dengan motto “Bersama Menebar Rahmat”.
Oleh: Ifkaid Ekasari

Semua ini berawal dari gagasan sederhana Roni Yuzirman bersama Komunitas Tangan Di Atas (TDA). Ia ingin mengubah cara berpikir member blog-nya agar menjadi entrepreneur tangguh, sukses, berkontribusi positif bagi kemajuan masyarakat dan gemar berbagi pada sesama. Bahasa kerennya abundance atau lightened milionaire.

Istilah TDA lahir dari acara talkshow yang menghadirkan Haji Ali, salah satu tokoh sukses Tanah Abang di Restoran Sederhana, Rawamangun, Jakarta Timur. Peserta yang saat itu hadir ditantang oleh H Ali untuk langsung take action memulai bisnis. Pada 1 Februari 2007, sepekan setelah talk show, diluncurkanlah Moslem Fashion Area yakni, kios bersama yang dibuka oleh 12 peserta talkshow.

Atas dasar keyakinan menjadi Tangan Di Atas lebih mulia dari pada Tangan Di Bawah (TDB). Maka diplesetkanlah istilah TDA sebagai pengusaha dan TDB sebagai karyawan. Tapi ada satu istilah lagi yakni Amphibi, untuk member yang dalam taraf peralihan dari TDB ke TDA. Anggota jenis ini umumnya terdiri dari para pekerja yang sudah memiliki bisnis sambilan sebagai basic pindah kwardan.

Melalui jargon “Bersama Menebar Rahmat”, komunitas ini aktif membidani lahirnya entrepreneur-entrepreneur baru di berbagai bidang. Misinya adalah menghimpun 10.000 pengusaha tangguh dan sukses pada 2018.

Uniknya, dalam komunitas TDA ini tak ada pelatihan atau pendidikan khusus entreprenuer. Semua anggota belajar dari sharing (berbagi) pengalaman dan belajar secara langsung. Dengan konsep action oriented, diharapkan antar anggota menghindari diskusi dan perdebatan yang tidak produktif.

Dengan Take action and Miracle Happen, TDA berhasil menempatkan dirinya sebagai kompor panas yang siap meledak, membakar jiwa dan semangat member untuk segera take action dan menyongsong keajaiban dalam dunia wirausaha.

Hal ini sejalan dengan spirit al-Qur’an yang menegaskan bahwa Allah SWT tak akan mengubah nasib hamba-Nya sehingga ia mengubah nasibnya sendiri. Selain itu, saling bersilaturahim untuk menambah rezeki, saling mendukung antar anggota, integritas yang tinggi untuk berpikiran terbuka, mau belajar, berimprovisasi, kreatif, berorientasi pada tindakan, take and give, mau mengubah pola pikir dan menjaga keseimbangan hidup, senantiasa digaungkan dalam komunitas ini.

Tak heran jika dalam kurun kurang dari 3 tahun, Komunitas TDA ini, mengalami perkembangan yang luar biasa, dari segi jumlah anggota, jenis kegiatan dan usaha. Data terakhir tercatat, lebih dari 4.000 anggota telah bergabung dengan berbagai latar belakang bidang usaha yang tersebar di seluruh Indonesia, bahkan di beberapa negara tetangga.

Seiring berjalannya waktu, kegiatan Komunitas TDA tak hanya membahas masalah wirausaha atau bisnis. Ini bisa dilihat dari daftar kegiatan yang pernah diadakan komunitas ini, mulai dari talk show di RM Sederhana, buka puasa bersama, halal bi halal, qalbun salim, bedah buku, bazar/pameran bersama, mastermind, membuka kios bersama dan business conference.

Dari kegiatan mastermind (MM), terbentuklah kelompok-kelompok kecil yang berkumpul secara periodik, saling berdiskusi dan berbagi pengalaman. Untuk mempermudah komunikasi, pertemuan dilakukan per wilayah, sesuai jenis bisnisnya, berdasarkan besar kecilnya bisnis atau omset tertentu.

Bahkan, ada anggota yang menegaskan, mastermind (MM) ini ibarat keluarga yang anggotanya setiap minggu harus bertemu. Berbagi apa saja tentang hasil dan usaha yang akan di capai dalam satu minggu. Tak ketinggalan, menyampaikan hasil usaha yang telah di jalankan minggu sebelumnya. MM juga melakukan pemisahan antara entrepreneur pria dan wanita, agar setiap anggota leluasa mengangkat berbagai tema termasuk tema pribadi.

Dalam miladnya yang ketiga, 28 Februari–1 Maret 2009, Komunitas TDA mengangkat tema “Festival Enterpreneur Indonesia“ dengan jargon Creative-Inovation-Go Double! Diproyeksikan, sekitar 1000 member baik wirausahawan dan calon wirausahwan dari berbagai daerah di Indonesia akan berkumpul.

Acara ini bertujuan mempererat silahturahim antar anggota, melahirkan enterpreneur baru dari anggota maupun non anggota, memompa semangat untuk berkreasi, mengembangkan bisnis, inovatif, konsisten dalam menjalankan bisnis, dan go double spirit untuk meningkatkan aspek keuangan, sosial dan religi.

Festival Enterpreneur Indonesia ini diisi berbagai kegiatan. Antara lain, TDA Expo yakni, pameran produk-produk yang dimiliki anggota komunitas. Akan dihadirkan 100 stand produk UKM unggulan komunitas yang memiliki karakteristik unik dan mampu bersaing di pasar global. TDA Expo bersifat terbuka untuk umum, sehingga bisa menjadi ajang business forum bagi masyarakat yang mengujunginya.

Selain TDA Expo, penyelenggara juga mengadakan delapan mini seminar yang diisi oleh pembicara yang berkompenten di bidangnya. Tema yang diangkat, tidak jauh dari dunia bisnis dan wirausaha. Mulai dari bagaimana cara memulai bisnis, mengembangkan bisnis, bisnis online, garmen, branding, dan lainnya.

Peserta tidak hanya mengikuti seminar, seusai seminar, jika peserta berminat membicarakan masalah bisnis atau sharing tentang bisnis dengan pakarnya, panitia menyediakan ruang khusus.

Puncak Milad, di isi dengan Ulang Tahun Komunitas TDA satu hari penuh yang dikemas untuk meningkatkan wawasan, keahlian dan kemampuan anggota. Pada acara ini, jawara-jawara entrepreneur akan turun gunung seperti, Usdaz Lihan, H Ali dan Tung Desem untuk berbagai ilmu dan pengalaman.

Tak lupa, sejumlah award juga dipersiapkan untuk anggota. Seperti, TDA award yang menjadi ajang award tahunan hingga award from zero to hero yang akan diberikan pada entrepreneur yang berhasil dalam usahanya pada tahun 2008. Ada juga acara wisuda TDA dengan menampilkan anggota TDA yang berani mengambil keputusan mengubah status menjadi Full TDA di tengah situasi krisis ini.

Sayangnya, kapasitas gedung hanya mampu menampung 1.100 orang. Jika Anda berminat hadir atau sekadar berkunjung ke TDA Expo, silahkan kontak panitia di http://www.tangandiatas.com.

Pada masa kejayaan Islam, Rasullah Saw dan para sahabat adalah entrepreneur yang tangguh. Dengan kekayaan yang dimilikinya, para sahabat mampu memberi kontribusi optimal bagi dakwah Islam. Mudah-mudahan dengan munculnya enterpreneur baru, suatu saat, pelecehan TKW antrian pencari kerja dalam event “Bursa Lowongan Kerja” tinggal menjadi kenangan.

About Sabila Komputama

Hanung Anggo Yudanto HP : 081226062343

Posted on 20 Maret 2009, in Islam Kaffah, Motivasi and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: