Ust. Abu Bakar Baasyir: “Haramkan dulu Demokrasi baru Haramkan Golput”

Pimpinan Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng), Ustad Abu Bakar Ba’asyir, kurang sepakat dengan fatwa haram Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang tindakan tidak memilih (Golput) dalam pemilu April mendatang. “Saya kurang sepakat akan fatwa haram golput,” ungkap Abu Bakar seusai acara ceramah di Masjid Istiqamah, Bandung, Jawa Barat (Jabar), Jumat (6/2). Menurutnya, seharusnya yang diharamkan oleh MUI itu sistem negara demokrasi, karena tidak sesuai dengan syariat Islam. Setelah itu, lanjut Abu Bakar, baru lah mengharamkan Golput. “Pemeluk Islam itu harus mempunyai pemimpin, kalau tidak menjadi jahiliah. Namun dalam konteks di Indonesia, sistem demokrasinya dulu diharamkan. Baru tindakan Golput,” tegasnya. Abu Bakar juga dalam ceramahnya sempat mengkritik mengenai sitem hukum di Indonesia, yang mengacu kepada KUHPidana. Karena menurutnya, banyak yang melanggar hukum Islam. “Hukum Islam itu paling modern, biasa membuat jera. Contohnya, ada yang maling hukumnya potong tangan. Kalau mengacu kepada KUHPidana hanya dihukum penjara, dan itu tidak membuat jera,” ucap Abu Bakar.

Sumber: http://www.surya.co.id

About Sabila Komputama

Hanung Anggo Yudanto HP : 081226062343

Posted on 4 April 2009, in Islam Kaffah and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: