Tipe-tipe Marketer

Marketer adalah ujung tombak sebuah bisnis. Tanpa adanya marketer yang handal, sebaik apapun produknya, bisa jadi tak laris diserap pasar. Karena itu para marketer termasuk yang paling sering mendapat perhatian dalam sebuah bisnis. Sebab kelangsungan sebuah bisnis bergantung pada para marketer.

Nah, marketer sendiri banyak macamnya. Mereka memiliki sifat dan karakteristiknya masing-masing. Di sini dikategorikan ke dalam enam tipe marketer. Mau tahu apa saja?

Berikut enam jenis marketer tersebut:

1. Tipe pedagang keliling. Ini merupakan jenis marketer yang hanya membawakan produknya kepada konsumen, tanpa peduli apa yang mereka butuhkan atau inginkan. Biasanya, marketer jenis ini lebih banyak bicara sendiri tanpa memperhatikan kebutuhan atau keinginan prospek.
2. Tipe perengek. Tipe marketer seperti ini biasanya lebih menonjolkan dirinya daripada produknya. Mereka akan merayu habis-habisan bahkan terkadang berlebihan, seperti misalnya sampai merengek-rengek.
3. Tipe pasif. Marketer tipe ini biasanya sangat pasif dan cenderung tertutup. Jarang melakukan pendekatan kepada prospek. Dalam pikirannya, kalau prospek butuh pastinya akan membeli sendiri, tanpa perlu ditawari. Karena jarang melakukan pendekatan, maka hubungan yang dibangun kurang interaktif. Tipe marketer ini sebenarnya ingin melakukan pendekatan. Cuma kadang terhalang karena kurang percaya diri. Sehingga merasa malu jika menawarkan produknya.
4. Tipe penyerang lawan. Biasanya marketer jenis ini suka melakukan tindakan tak terpuji. Seperti menjelek-jelekkan produk kompetitor. Cara yang dilakukan mulai dari yang paling halus sampai yang paling jahat. Contoh mengembuskan isu tak sedap. Harapannya, ketika saingan telah habis, maka produknya yang akan menggantikan.
5. Tipe rata-rata. Tipe marketer ini mungkin yang paling banyak. Yakni marketer yang mengkombinasikan antara menjual produk dengan menjual dirinya. Sayangnya, teknik penawarannya terlalu standar atau kurang inovatif.
6. Tipe professional. Tipe marketer ini memperluas pandangan si prospek. Marketer menunjukkan kepada prospek bahwa dia menjual solusi untuk mengatasi sebuah masalah. Marketer tipe ini biasanya mendekati prospek dengan cara menggali kebutuhan atau keinginan propek. Baru ketika problem spesifik si prospek ditemukan, ditawarkan solusinya. Setelah penjualan terjadi pun, marketer profesional, seperti dijelaskan di blognya Mas Abowo, akan terus menjaga hubungan baik dengan customernya.

Kelebihannya lagi, marketer professional biasanya memiliki kreativitas tinggi. Sehingga sekalipun cara yang dilakukan sudah umum dilakukan banyak marketer, namun berkat kreativitasnya, mampu membuat cara yang biasa tersebut menjadi tak biasa.Contoh, umpamanya cara lazim promosi produk adalah dengan beriklan atau promosi baik di koran atau televisi. Tung Desem Waringin mempromosikan bukunya dengan menyebarkan uang dari udara.
Marketer professional sadar bahwa jika mereka mampu melakukan hal-hal yang mungkin sudah biasa namun dengan cara yang tak biasa, maka dia akan menarik perhatian banyak orang.

Bagaimana pendapat anda? Kalau menurut anda tipe marketer apa yang terbaik?

Copas dari http://www.jokosusilo.com

About Sabila Komputama

Hanung Anggo Yudanto HP : 081226062343

Posted on 13 April 2009, in Bisnis Offline, Bisnis Online, Motivasi and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: