Menangislah !

Menangislah!

Ketika diri tidak ringan bergerak dalam berbuat taat.

Menangislah!

Ketika kenikmatan dunia senantiasa menghujani namun amal soleh tidak berbanding lurus dan meningkat dengan kenikmatan yang diterima. Dimanakah letak kurangnya kasih sayang Alloh SWT kepada kita? Kita senantiasa menuntut hak kita terhadap Alloh SWT, namun rasa syukur kita ketika mendapat nikmat-Nya tak pernah kita tunjukan dihadapan-Nya walau hanya sekedar ucapan “Alhamdulillah”.

Kita malah terlupa dan kadang lupa diri, bahwa apapun nikmat yang kita terima sesungguhnya berasal dari Alloh SWT. Terkadang, kebanyakan dari kita hanya ingat kepada-Nya sewaktu diri tertimpa musibah dan kesempitan dalam hidup. Padahal, dengan mengingat Alloh SWT disaat lapang dan kebahagiaan hidup menghampiri akan mendatangkan kecintaan Alloh SWT dan insya Alloh disaat kesusahan menghampiri kehidupan, Alloh SWT akan berbalik mengingat kita.

Menangislah!

Untuk mengharapkan datangnya pertolongan Alloh SWT terhadap diri kita, sehingga Dia mengaruniakan kekuatan dan pertolongan untuk memudahkan kita dalam rangka mendekat kepada-Nya.

Menangislah!

Untuk setiap dosa yang pernah kita rajut dalam kehidupan walau kita tak akan mampu menghitung betapa besarnya keingkaran diri melebihi ketaatan kita kepada-Nya.

Pernahkah kita menangis atas kurangnya bekal persiapan untuk akhirat kita? Tempat yang kekal dan tujuan puncak kehidupan yang bekalnya kita persiapkan melalui dunia ini.

Menangislah!

Sebagai tanda kelembutan dan hidupnya hati yang senantiasa siap untuk menerima nasehat dan kebenaran yang datang.

Semoga Alloh SWT senantiasa memberikan pertolongan-Nya dalam setiap hal-hal baik yang kita usahakan serta menjauhkan kita dari sifat sombong dan merasa diri bersih, karena tanpa pertolongan dari-Nya, tak seorangpun yang sanggup melakukan kebajikan di atas permukaan bumi ini.

About Sabila Komputama

Hanung Anggo Yudanto HP : 081226062343

Posted on 16 April 2009, in Islam Kaffah and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. menangis sebagai dasar intropeksi diri terhadap apa yang telah diperbuat.

    blog yang optimis menyadarkan umat,semangat pak hanung.

    salam genmuda connecting heart.

  2. Salam Pakhanung.. sememangnya tangis kerana ini tentu sekali besar nikmatnya.. ziarah juga dari bumi Kaherah.

    p/s Terima kasih ke Sangmentari, terus selalu singgah di SangMentari ya.

  3. ya,menangislah,menangis lah karena Allah,menangislah karena dosa-dosa yang telah kita perbuat,ktia patut malu kepada Allah

  4. AHMADZAIDI KUSNADI

    Menangislah…! dalam keheningan malam ketika rembulan tersenyum memancarkan cahanya
    keagungan sang pencipta, Ilahi Robi. ketika gelapnya malam ikut termenung bertafakur akan keagungan luhur yang maha rohman dan rohim .Ketika matahari bersembunyi menyendiri bertasbih dalam ketundukan pada aturan Ilahi.
    Aku pun ikut tunduk bersujud dalam tahajud ,maka menagislah dalam kehenigan itu .
    AHMAD ZAIDI (JDN3890@GMAIL.COM)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: