Sukses Bisnis Tahwa

Memiliki jiwa entrepeneurship mutlak dimiliki jika ingin sukses dalam setiap usaha mandiri. Dengan memiliki sikap ulet, bukan hal yang mustahil kesuksesan bisa diraih. Cerita itu pula yang selalu ditularkan Faiz yang meretas sukses berbisnis di bisnis kuliner Tahu Tahwa. Dari Jalan Muharto Nomor 4 Malang ini lah, Faiz mengendalikan 85 gerobak Tahwa miliknya. Berikut lika liku Faiz berkecimpung dalam usaha makanan semi minuman hangat ini.

Mendorong Gerobak Sendiri

Sepertinya, masyarakat Malang sudah familier dengan jenis makanan semi minuman Tahu Tahwa ini. Berbahan dasar tahu yang sangat lembut seperti tahu sutra, lalu disiram kuah jahe manis yang hangat. Sehingga tidak salah jika jenis olahan ini di sebut makanan semi minuman.

Tidak mudah bagi Faiz mengawali usaha yang sudah membawanya sukses seperti sekarang. Sekitar pertengahan 2006 lalu Faiz ingin merubah nasib. Dari seorang pengangguran menjadi orang berpenghasilan. Mimpinya tidak muluk-muluk. Ia memilih Lamongan sebagai kota tujuannya Saat itu usianya 22 tahun. Bersama sejumlah teman, Faiz lantas diterima bekerja di sebuah perusahaan Tahu Tahwa setempat.

”Awalnya saya di bayar Rp 35 Ribu per hari. Tidak sampai enam bulan saya memutuskan untuk keluar dan mencoba berusaha sendiri,” beber Faiz ditemui Malang Post di dapur kerjanya Selasa (2/2) kemarin.
Faiz memutuskan keluar secara baik-baik karena saat itu timbul pemikiran di benak pemuda asli Muharto ini untuk memulai usaha serupa dengan modal sendiri di Malang, kota kelahirannya.

Ia akhirnya ambil resiko mengeluarkan modal awal Rp 11 Juta demi memulai usaha Tahu Tahwa miliknya awal 2007 lalu. Modal itu ia dapat dari gabungan uang miliknya dan pinjaman kepada seorang teman. Bapak satu anak ini pun lantas membelanjakan peralatan masak dan satu buah gerobak yang saat itu di dapat dengan harga Rp 1,7 Juta.

”Saat belanja pertama itu saya sudah memiliki angan-angan untuk membuat lebih dari satu gerobak. Jadi sengaja saya beli peralatan memasak dan panci untuk sekitar lima penjual, hanya gerobaknya saja yang masih satu,” lanjutnya.

Selanjutnya, sekitar empat bulan Faiz bermandi peluh, panas dan hujan demi mendorong gerobak miliknya dan mangkal di sekitar Hutan Malabar. Dalam waktu cepat, ia pun mengkloning gerobak-gerobak lain dan dijajakan beberapa rekan Faiz. Seiring bertambahnya peminat, jumlah gerobak Tahwa pun segera bertambah hingga saat ini mencapai sekitar 85 buah yang tersebar di Malang Raya.

Bahkan Faiz mengaku, saat ini sedang mempersiapkan sekitar 55 gerobak baru untuk memperkuat pasar Batu.

Tofu lembut dengan kuah jahe inilah yang disebut Tahwa (foto:Ahmad Fitri Sholeh)

Tofu lembut dengan kuah jahe inilah yang disebut Tahwa (foto:Ahmad Fitri Sholeh)
Bukan sebuah kebetulan jika perkembangan bisnis jajanan ringan berupa sari kedelai dalam bentuk tahu dan kuah jahe milik Faiz ini mampu merajai Malang raya dalam hitungan dua tahun saja. Dalam menjalankan bisnisnya Faiz tergolong jeli melihat kesempatan dan menerapkan strategi pemasaran yang tepat meskipun tanpa teori yang terlalu berbelit.

Sadar bahwa uang harus terus berputar, Faiz segera mengikutkan uang hasil penjualannya dalam empat bulan awal pada sebuah arisan setempat di Muharto. Hasilnya, pada bulan ke empat sejak ia berjualan sendiri, pria berusia 25 tahun ini mendapatkan arisan Rp 32 Juta yang ternyata menjadi dasar berdirinya Tahu Tahwa Faiz seperti sekarang.

”Dengan arisan tersebut, saya langsung bisa membayar uang pinjaman kepada teman saya, menambah gerobak menjadi empat yang alhamdulillah bisa terus mekar hingga sekarang,” ujar Faiz sambil tersenyum.

Rajin Survey

Kini dengan pekerja sekitar 100 orang, Faiz setiap harinya menghabiskan satu kuintal kedelai, sekitar dua kuintal gula merah dan satu kuintal jahe yang habis selama tiga hari.

Kini dengan pekerja sekitar 100 orang, Faiz setiap harinya menghabiskan satu kuintal kedelai, sekitar dua kuintal gula merah dan satu kuintal jahe yang habis selama tiga hari.
Siapa yang tidak kenal dengan Tahu Tahwa Faiz. Jika lidah memang belum pernah mengecap, mata pasti sudah tidak asing melihat gerobak warna hijau yang melekat diatas motor penjualnya. Hampir diseluruh sudut Kota Malang keberadaan Tahu Tahwa Faiz dapat dengan mudah ditemui.

Untuk menjadi penjual gerobak Tahu Tahwa, Faiz tidak meminta royalty apa pun lazimnya sistem perdagangan waralaba yang ada di Malang. Penjual hanya cukup membeli per dandang Tahu Tahwa. Sedangkan seluruh peralatan gerobak hingga peralatan makan disediakan oleh Faiz.

”Untuk gerobak yang di Malabar memang berbeda. Itu merupakan gerobak pertama saya dan tempat jualan pertama saya. Gerobaknya pun berbeda sendiri dibanding gerobak yang lain. Di situ pun konsumsi Tahu Tahwa lebih banyak dan lebih ramai di Malang,” beber Faiz menambahkan rahasia gerobak Tahu Tahwa di Malabar.

Kini dengan pekerja sekitar 100 orang, Faiz setiap harinya menghabiskan satu kuintal kedelai, sekitar dua kuintal gula merah dan satu kuintal jahe yang habis selama tiga hari. Faiz mengaku, usahanya bisa berkembang dengan beberapa kiat khusus yang diterapkan olehnya.

”Saya selalu mencatat komentar konsumen tentang produk saya ini. Kelebihan saya ketika di lapangan kan bisa berhadapan langsung dengan konsumen. Saya juga selalu mengadakan survey dengan produk kompetitor saya di lapangan untuk memperbaiki kualitas Tahu Tahwa saya,” jelasnya.

Faiz pun mengatur areal penjualan untuk armada berdagangnya, tak heran Faiz dapat menyebutkan secara runut tempat mangkal gerobak Tahu Tahwa miliknya dari ujung Lawang, bahkan hingga Gondanglegi. Namun kegiatan itu kini tidak bisa dilakukannya lagi. Menurut Faiz banyak kesibukan di internal usahanya menyebabkan dirinya susah untuk menempatkan armada. ”Terserah mereka saja maunya dimana, saya sudah tidak sempat lagi mengatur area,” imbuh Faiz.

Namun Faiz mengaku tidak dapat menyebutkan omzet keuntungan yang didapat perbulannya. Menurutnya selama ini keuntungan jelas lebih didapat oleh penjual Tahu Tahwa miliknya. ”Susah untuk menyebutkan omzet, yang jelas pedagangnya lebih untung daripada saya,” yakinnya.

Sementara itu, Wiji Susanto, penjual Tahu Tahwa Faiz di Malabar mengaku dalam sehari dirinya menghabiskan sekitar tiga hingga empat dandang tahu yang setara 210 hingga 280 mangkuk. Seperti Tahu Tahwa Faiz dimanapun, harga semangkuk dijual Rp 2000.

Berbeda dengan Wiji, sekitar 85 gerobak lainnya menurut Faiz mendapatkan gaji dengan sistem kulakan. Setiap dandang kecil dengan kapasitas sekitar 60 mangkuk dijual dengan harga Rp 66 Ribu.(pit/eno)

Banyak Tawaran, Terkendala Jarak.

Dua tahun berjalan, Faiz mengaku banyak tawaran kerjasama datang dari banyak pengusaha kuliner, baik yang berlevel lokal maupun nasional. Yang terdekat adalah ajakan kerjasama untuk menggarap pasar Batu dengan lebih intens. Tawaran ini menurut Faiz lebih jelas ketimbang beberapa tawaran yang bahkan mengajak Faiz untuk ‘bedol desa’ ke Jakarta.

”Ada seorang pemilik restoran terkemuka di Malang tiba-tiba datang ke sini dan mengajak saya mengembangkan bisnis Tahu Tahwa di Malang. Tapi saya tolak, sebab saya lebih suka bekerja sendiri dan mengembangkan pasar disini,” jelas Faiz menolak tawaran tersebut.

Sedangkan cita-cita penggarapan pasar Batu kini memang sedang dikebut prosesnya. Saat ini ada sekitar empat gerobak yang telah beroperasi di Batu, dan segera ditambah sekitar 25 gerobak yang sedang dikebut pembuatannya.

Namun bahan baku Tahu Tahwa yang mudah hancur jika terkena goncangan menyebabkan makanan ini susah jika harus dipasarkan dengan jarak jauh. ”Tidak efisien bagi pedagang juga. Jika Di Batu habis, mereka akan susah untuk nambah lagi jika harus datang ke Muharto. Sebab untuk naiknya kendaraan tidak boleh dipacu lebih dari 40 km/jam karena Tahu Tahwa gampang hancur jika tergoncang-goncang,” jelasnya. (pit/eno/malangpost)

About Sabila Komputama

Hanung Anggo Yudanto HP : 081226062343

Posted on 18 April 2009, in Bisnis Offline, Motivasi, peluang bisnis and tagged , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. mantap ..semoga dapat mnjadi inspirasi bgi yang lainnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: