Motivasi Memulai Bisnis

Memulai sesuatu biasanya merupakan pekerjaan yang susah, bahkan ada yang mengatakan syusah… buanget! Apalagi kalau sesuatu itu adalah hal dan pengalaman yang baru bagi kita. Akibatnya, tidak sedikit sebuah ide brilliant akhirnya tidak terlaksana karena tidak segera dimulai dan direalisasi. Pengalaman ini juga dialami oleh hampir semua pengusaha, siapapun. Baik mereka yang saat ini telah sukses, maupun mereka yang gagal. Itulah tahap sunatullah, karena tantangan awal dari calon pebisnis adalah bagaimana memulai bisnis.

Pada dasarnya setiap orang memiliki kemampuan melakukan bisnis. Peter F. Drucker, dalam Innovation and Entrepreneurship, mengatakan. “Setiap orang yang memiliki keberanian untuk mengambil keputusan dapat belajar menjadi wirausaha dan berperilaku seperti wirausaha”. Rasanya sudah banyak contoh yang bisa kita lihat. Ada Aa Gym dengan MQ-nya, Purdie Chandra dengan Primagamanya, Bob Sadino dengan bisnis ssayur segarnya, dan masih banyak lagi. Bahkan teladan semua umat manusia, Muhammad saw pun adalah seorang pebisnis ulung.

Secara teori, kegiatan bisnis bisa dimulai dengan tahapan-tahapan :
1. Mengidentifikasi peluang
2. Memilih dan menentukan bisnis dan bidang bisnis
3. Membentuk dan membangun badan usaha
4. Mempersiapkan dan merencanakan operasional bisnis
5. Yang terakhir, lakukan !

Itu teorinya. Dalam prakteknya, teori ini harus didukung oleh motivasi dan keinginan yang kuat. Sebagian para pakar dan praktisi bahkan menganggap kalau motivasi menjadi modal yang paling dominan yang harus dimiliki oleh seorang pebisnis.

Motivasi seperti apa yang dibutuhkan oleh para calon bisnisman ? George Torok dalam “The Yukon Spirit : Nurturing Entrepreneur”, http://www.torok.com, mengatakan sebagai berikut :
1. Memiliki dorongan niat yang kuat untuk maju (personal drive)
2. Fokus pada apa yang dilakukanya dan arah usahanya (focus)
3. Memiliki kemampuan yang kuat untuk berinovasi (produk, sistem, cara, metode, service, dst)
4. Memiliki sikap mental “Saya bisa” (The I can mental attitude) dalam menghadapi persoalan-persoalan yang kedatangannya seperti tamu tak diundang
5. Memiliki kemandirian dalam mengambil keputusan (berdasarkan pengetahuan, pengalaman, skill, intuisi, dan akal sehatnya)
6. Memiliki kemampuan untuk “tampil beda” atau memunculkan keunggulan-keunggulan (kreatif)

(Bey Laspriana; http://www.konsultasi.wordpress.com)

About Sabila Komputama

Hanung Anggo Yudanto HP : 081226062343

Posted on 30 April 2009, in Bisnis Offline, Bisnis Online, Motivasi and tagged , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Wah, maksih mas hanung dah mampir ke blog saya. Bolgnya mas kontennya luar bisasa hebat.. saya yang jadi pengusaha bisa nimbailmu yang banyak diari sini..salam kenal ya..dan kalau boleh saya inging tukaran link..terima kasih..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: