Kontrol dalam Bisnis

Kesuksesan dalam menjalankan bisnis memerlukan kontrol dari manajer dan pemilik. Ini benar adanya apakah kita sedang membicarakan perusahaan besar Fortune 500 atau usaha kecil yang dimiliki secara pribadi.

Kebijakan dan prosedur perlu diberikan untuk memberikan keyakinan pada top manajemen bahwa sasaran perusahaan terpenuhi. Kebijakan dan prosedur ini disebut dengan Kontrol Internal.

Ada 2 jenis Kontrol Internal:Kontrol Akuntansi dan Administrasi:

• Kontrol Akuntansi dimaksudkan untuk melindungi aset perusahaan dan memastikan rekaman akuntansi dan laporan keuangan memberikan informasi yang benar.

• Kontrol Administratif dimaksudkan untuk memastikan mutu kinerja karyawan terkait dengan operasional perusahaan dan memenuhi semua aturan dan hukum yang berlaku.

Tujuan utama dari Kontrol adalah mencegah kesalahan dan kerusakan dan menghasilkan efisiensi. Kontrol harus dapat menghilangkan ketidakpastian dan membuat perusahaan terus maju mencapai tujuannya.

Kontrol meliputi berbagai tanggung-jawab seperti: persetujuan, evaluasi kinerja, pembagian tugas, rekonsiliasi akun, verifikasi, wewenang, password, dsb. Didalamnya juga termasuk kebijakan terkait dengan perilaku karyawan seperti penggunaan telepon pribadi, atau keselamatan saat perjalanan dinas, misalnya.

Namun, kita harus tahu bahwa tidak ada sistem yang tidak dapat di bobol. Mungkin saja ada konspirasi karyawan yang menutupi penggelapan yang besar atau kecil, tanpa mengindahkan kebijakan yang ditetapkan. Kontrol dapat memberikan keyakinan yang masuk akal, namun tidak absolut bagi manajemen.

Ketika menetapkan kendali, perusahaan selalu dihadapkan pada kenyataan terbatasnya konstrain sumber. Kendali harus dimonitor dan dicek oleh supervisor dan manajer. Sehingga manfaat pengendalian harus dibobotkan dengan biaya organisasi.

Ketika kendali internal dibuat dengan kebijakan dan prosedur yang spesifik, maka harus dianggap sebagai proses yang sedang berjalan. Perlu dilakukan re-evaluasi dan diupdate secara konsisten untuk mengakomodasi perubahan internal seperti pertumbuhan departemen.

Kegiatan pengendalian harus dikenalkan dipenjuru perusahaan, mulai dari level manajemen puncak sampai dengan level bawah. Masing-masing job deskripsi karyawan harus mencakup tanggung jawab untuk mengkomunikasikan masalah operasional, pelanggaran kode etik atau kegiatan ilegal kepada atasan dengan cepat agar segera diambil tindakan.

Cara terbaik untuk memastikan kesalahan atau kerusakan tidak terjadi adalah dengan mempekerjakan orang tepat. Dengan memiliki karywan yang kompeten, jujur, dan yakin membawakan dirinya dengan integritas, adalah cara terbaik bagi pemilik atau manajer agar dapat tidur nyenyak.

“Individu adalah pusat dan sumber paling berharga di dalam lingkungan kita.” -Peter Drucker (1909-2005)

Oleh: Laura Adams
Sumber artikel:
http://www.leadershiparticles.net

Laura Adams adalah host yang populer di MBA Working Girl Podcast, yang materinya adalah mengabungkan teori sekolah bisnis dengan praktik bisnis nyata, dari karirnya sebagai pengusaha, manajer, konsultan dan trainer.

Diterjemahkan oleh: Iin untuk pengusahamuslim.com
(c) Hak Cipta PengusahaMuslim.com, dilarang mengcopy, memperbanyak dan menyalin tanpa menyebutkan pengusahamuslim.com sebagai sumbernya serta dilarang keras mengedit artikel tanpa izin tertulis dari kami.

About Sabila Komputama

Hanung Anggo Yudanto HP : 081226062343

Posted on 6 Mei 2009, in Bisnis Offline, Bisnis Online and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: