Jangan Pernah Putus Asa dari Rahmat Allah

Pernahkah kita merasakan keputus-asaan menerpa jikalau dalam menjalani hidup ini kita menemui berbagai rintangan yang menghadang ? Bahkan kadang kita lebih memilih untuk menyerah dengan keadaan. Padahal Allooh Azza Wa Jalla telah menciptakan kita sebagai sebaik-baik ciptaanNya dengan dibekali potensi yang sangat luar biasa. Untuk itu ada baiknya kita belajar dari saudara seiman berikut ini dalam memaknai dan mensyukuri kehidupan yang telah Allooh berikan.
Sosok yang luar biasa dan meng-inspirasi itu bernama Arif Yudanto. Bisa jadi, kita tidak akan percaya jika mendengar aktifitasnya yang cukup padat, sebenarnya saudara kita ini diciptakan Allooh dengan keterbatasan dibandingkan orang pada umumnya.

Lelaki yang oleh rekan-rekannya dipanggil Pak Yahya ini, mulai kehilangan fungsi kakinya sejak usia balita. Pada umur sekitar 14 bulan, Pak Yahya terkena serangan polio sehingga menyebabkan kakinya sangat lemah dan berukuran kecil. Berawal ketika beliau sakit panas lalu dibawa ke puskesmas untuk diobati dan disuntik, namun bukan membaik melainkan menunjukkan gejala penyakit polio.

Berulang kali Yahya kecil harus bolak-balik ke RSUP Karyadi untuk menjalani terapi dokter. Berbagi pengobatan sudah diupayakan mulai dari minum obat oral sampai terapi infra merah. Upaya pengobatan tersebut terus dilakukan hingga beliau menginjak usia 7 tahun, sayangnya kemudian harus dihentikan karena alasan biaya yang terhitung cukup besar waktu itu.
Ketika beranjak dewasa Pak Yahya harus kehilangan fungsi kedua kakinya, khususnya untuk berjalan. Sebagai gantinya, beliau hanya mengandalkan kedua tangannya untuk melakukan segala aktifitas.

Melihat kondisi Bapak seorang anak bernama Aqimuddin (2 tahun 8 bulan) ini, bisa jadi kita akan beranggapan beliau sehari-hari berdiam diri di rumah atau tergolek lemas di tempat tidur saja, menunggu belas kasihan orang lain untuk menopang hidupnya.

Anggapan itu akan sirna dan berganti menjadi decak kagum, bila kita mengikuti kegiatan beliau sehari-hari. Dengan kondisi tubuh yang tidak sempurna itu, suami seorang muslimah bernama Ambarwati ini mengisi hari-harinya dengan mencari rizki sebagai pedagang buku-buku islami, parfum dan pernak-pernik lainnya di masjid pinggir jalan Brigjen Sudiarto. Kegiatan lain yang tak kalah penting bagi Pak Yahya adalah berdakwah demi menolong agama Alloh Azza Wa Jalla serta menegakkan kalimatullah, ber-amar ma’ruf nahi munkar dari masjid ke masjid.

Bagi Pak Yahya yang kini telah menginjak usia 31 tahun aktifitas dan pekerjaan tersebut dilakukannya dengan penuh semangat tanpa mengeluhkan kekurangan yang ada pada dirinya. Berpikir positif sudah menjadi bagian hidupnya dengan menganggap kondisi fisik yang kurang sempurna bukanlah penghalang seseorang untuk berprestasi dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkiprah menyemai amal baik di bumi Allooh untuk bekal di Yaumul Akhir.

Tekad dan semangat luar biasa Pak Yahya ini diawali ketika dalam sebuah majlis kajian islam beliau membaca Al Qur’an Surat Yusuf ayat 87 yang menceritakan Nabi Yakub memberi pesan kepada anak-anaknya :

“Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”.

Kemudian beliau juga membaca Sirah Nabawiyah dan kisah-kisah para sahabat Rasulullah, yang semakin menguatkan jiwanya bahwa hidup ini dengan segala nikmat yang telah kita terima adalah rahmat dari Allooh yang terlalu mulia dibandingkan kekurangan yang kita miliki.

Saat ini Pak Yahya sedang berupaya untuk mempunyai kendaraan sendiri yaitu sepeda motor yang akan di-modifikasi menjadi kendaraan beroda tiga guna mendukung aktifitasnya. Selama ini Pak Yahya harus menggunakan jasa tukang ojek kenalan di daerah tempat tinggalnya di Karanggawang Barat RT. 07 / RW XIV Tandang Tembalang Semarang. Terkadang jika tukang ojek tersebut berhalangan mengakibatkan tersendatnya semua kegiatan Pak Yahya.

Kendala pengadaan sarana transportasi sepeda motor tersebut adalah biaya yang cukup besar untuk membeli dan memodifikasinya. Penghasilan dari berdagang buku ternyata belum mencukupi guna mewujudkan keinginan beliau.

Lelaki yang bermimpi mempunyai pesantren khusus untuk anak-anak cacat ini tidak akan pernah putus asa dari rahmat Allooh, termasuk rahmat Allooh melalui hamba-hambanya yang dermawan dan berkelimpahan untuk dapat menyisihkan rizki yang diterimanya guna membantu beliau merealisasikan sepeda motor untuk sarana transportasi bagi dirinya.
Untuk berbagi dengan ummat Islam lainnya, Pak Yahya juga berniat menulis buku seputar kehidupannya dengan harapan dapat memberi motivasi kepada orang lain.

Semestinya kita bisa mengambil hikmah dari kisah Pak Yahya, sudahkah kita -yang diberi kondisi tubuh lebih sempurna sudah banyak berbuat untuk ummat ? Sudahkah kita menyingsingkan lengan kita untuk menolong agama Allooh seperti yang di-firmankan-Nya :

“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (TQS. Muhammad : 7)

Sekiranya kita belum mampu berdakwah dengan menyampaikan risalah Rasulullah Sholallohu ‘Alaihi Wassalam kepada saudara-saudara muslim yang lain, kita bisa membelanjakan harta kita untuk menolong Agama Allooh.

Salah satu upaya kita, yang insya Allooh termasuk dalam kontribusi kita menolong Agama Allooh dan Rasul-Nya, adalah membantu mewujudkan keinginan Pak Yahya untuk bisa memiliki sepeda motor roda tiga. Kendaraan tersebut akan sangat bermanfaat mendukung aktifitas beliau dalam berdakwah menyebarkan risalah dan menegakkan Syariah Islam.

Bagi kaum muslimin yang ingin berniaga dengan Allooh, dapat menghubungi Pak Yahya langsung di nomor 024-70617169 atau menyempatkan waktu untuk silaturahim dan belajar dari beliau di rumahnya. Infaq dapat juga langsung dikirim melalui rekening Pak Yahya di BRI Mrican a/c 6057-01-012731-53-3.
Semoga Allooh menjadikan kita orang yang ikhlas dan memenangkan perjuangan hamba-hambaNya yang beriman. Aamiin.

About Sabila Komputama

Hanung Anggo Yudanto HP : 081226062343

Posted on 12 Juni 2009, in Islam Kaffah, Motivasi and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: