Nikmatnya Beragama Islam

Nikmatnya Beragama Islam

Sesungguhnya sebesar-besar nikmat Allah atas Nabi Muhammad Shallallahu
‘alaihi wa sallam adalah nikmat Islam. Dimana Allah mengutus kepada
mereka seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri, yang mereka kenal
nasabnya (silsilah keturunannya, ed.) dari sebaik-baiknya nasab.

Allah berfirman : “Sungguh Allah telah memberi karunia kepada
orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang
rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka
ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada
mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum ( kedatangan
Nabi ) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata. “
(QS. Ali Imran : 164).

Dengan diutusnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, Allah
mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya, dari kelalaian menuju
kesadaran, dari perpecahan menuju persatuan, dari permusuhan menuju
persaudaraan, dari kehinaan menuju kemuliaan , dari kehancuran menuju
keselamatan, dan dari tepi neraka menuju taman-taman surga.

Allah memilihkan bagi mereka agama yang kokoh dan sempurna dalam
masalah aqidah, ibadah, muamalah, akhlaq, politik dan sebagainya. Maka
putus asalah upaya musuh – musuh Islam untuk menghancurkan Islam,
menyelewengkan serta mengurangi ajarannya.

Allah berfirman : “Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa
untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada
mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Ku- sempurnakan
untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan padamu nikmat-Ku, dan telah
Ku-ridhoi Islam itu jadi agama bagimu.” (QS. Al-Maidah : 3).

Dan sungguh Allah bersaksi atas kesempurnaan agama ini, dan
menjadikannya sebagai penutup segala risalah, serta Allah mewajibkannya
kepada segenap manusia dan jin untuk mengikutinya pada setiap waktu
serta pada setiap generasi. Dan Allah tidak akan pernah menerima amalan
hamba-Nya yang beragama dengan selain agama Islam, serta memasukkannya
dalam golongan yang merugi.

Allah berfirman : “Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka
sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di
akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Ali Imran : 85).

Allah juga berfirman : “Sesungguhnya agama ( yang di ridhoi ) di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS. Ali Imran : 19 )

Allah juga menjamin untuk menjaga agama ini dari hawa nafsu orang-orang
yang sesat dan dari tangan-tangan musuh Islam yang ingin menghancurkan
Islam.

Allah berfirman : “Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah
dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain
menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak
menyukai. “(QS. AT-Taubah : 32).

“Mereka ingin memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut
(ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meski
orang-orang kafir benci. “(QS. Ash-Shaff : 8).

“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an, dan sesengguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS. Al-Hijr : 9).

Dan Allah juga berjanji kepada pengikut agama ini untuk memuliakannya
serta menolong dari tipu daya musuh-musuhnya jika mereka beriman dan
mengerjakan amal shaleh.

Allah berfirman : “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang
beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shaleh bahwa Dia
sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana
Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan
sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya
untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka,
sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka
tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan
Aku. Barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka
itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An-Nur : 55).

Sesungguhnya agama ini mempunyai banyak musuh pada zaman pertama kali
wahyu diturunkan dan juga pada setiap tempat dan waktu. Dan ini sudah
menjadi Sunnatullah, bahwa setiap pembawa kebenaran yang mengamalkan
serta menda’wahkannya pasti mendapatkan perlawanan dari pembawa
kebathilan dan penyerunya yaitu setan dan bala tentaranya.

Allah berfirman : “Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu
musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenismu) manusia dan (dari jenis)
jin, sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk
menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak
mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka
ada-adakan. “(QS. Al-An’am : 112).

“ Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi itu musuh
dari orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi
petunjuk dan Penolong.” (QS. Al-Furqan : 31).

Mereka berusaha untuk menghalangi kaum muslimin dari agamanya,
memberikan keragu-raguan pada aqidah mereka, serta menimbulkan
permusuhan di antara kaum muslimin untuk memecah belah mereka. Mereka
kerahkan segala kemampuan mereka untuk menghalangi kaum muslimin yang
akan mempelajari serta mengamalkan agamanya. Dan ini dinyatakan oleh
iblis dihadapan Allah, bahwa dia akan menghalangi manusia dari jalan
kebenaran dari segala penjuru.

Allah berfirman : “Iblis menjawab : “Karena Engkau telah menghukum saya
tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan
Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan
belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan
mendapati kebanyakan mereka bersyukur (ta’at). “(QS. Al-A’raf : 16-17).

Nikmat-nikmat Allah yang di berikan kepada kaum muslimin membikin iri
orang-orang yahudi dan nasrani, sehingga mereka berupaya agar kaum
muslimin tidak mengamalkan agama ini, atau bahkan mereka berusaha
mengeluarkannya dari agama Islam untuk mengikuti agama mereka.

Allah berfirman : “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang
kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah :
“Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar). “Dan
sesungguhnya jika kamu mau mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan
datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong
bagimu.” (QS. Al-Baqarah : 120).

Oleh karena itu kita sebagai kaum muslimin wajib untuk mensyukuri
nikmat-nikmat Allah tersebut, mengakui serta menjaganya, niscaya Allah
akan menambah nikmat-Nya kepada kita. Akan tetapi tatkala kita
mengingkari nikmat Allah kepada kita apabila ni’mat yang besar ini,
Allah akan menggantikannya dengan adzat-Nya yang pedih.

Allah berfirman : “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan :
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat)
kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya
azab-Ku sangat pedih. “(QS. Ibrahim : 7).

Kita minta kepada Allah agar kita di beri kemudahan untuk bersyukur
kepada-Nya dan juga kita meminta kepada-Nya untuk menjaga agama kita,
serta kita memohon agar meninggal dalam keadaan tetap memeluk agama
Islam. Amin Ya Rabbal ‘alamin.

Wallahu a’lam bish shawab.

Sumber : BULETIN DAKWAH AT-TASHFIYYAH, Surabaya Edisi : 08 / Dzulhijjah / 1424

About Sabila Komputama

Hanung Anggo Yudanto HP : 081226062343

Posted on 28 Juli 2009, in Islam Kaffah and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: